Habis Anggaran Revitalisasi Rp.4.8 M, Kepsek SMKN 1 Rengat Barat Abaikan Surat Klarifikasi LSM
LSM Akan Segera Laporkan Kepsek SMKN 1 Rengat Barat Dan Penitia Ke APH
Minggu, 08-02-2026 - 18:26:56 WIB
 |
| Sutrisno Kepsek SMKN 1 Rengat Barat Dan Papan Plang Sekolah. *** |
PEKANBARU, (KanalKini) - Sebagaimana hasil pantauan dan informasi media di beberapa sekolah SMKN dan SMAN di wilayah Riau, terkait pelaksanaan dana Bos dan dan Revitalisasi di sejumlah sekolah. Salah satunya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dialokasikan di SMKN 1 Rengat Barat yang dipimpin oleh Sutrisno (Kepsek), berlokasi di Desa Talang Jerinjing, Kab. Indragiri Hulu-Riau.
Tahun 2025 dana Revitalisasi dialokasikan dan atau di periluntukkan untuk SMKN 1 Rengat Barat (Jerinjing) Kab. Indragiri Hulu-Riau, senilai kurang lebih Rp4.8 miliar.
LSM IPPH yang turun langsung ke lapangan dengan bersama media pada. Selasa, 3 Februari 2026. Dan terlihat beberapa titik bangunan yang baru di bangun. Antara lain;
2 Bangunan Gedung, diperkirakan Penjang kurang lebih 20 meter dan lebar kurang lebih 9 meter.
1 Bangunan BK (Bimbingan Konseling) berukuran kurang lebih panjang 5 meter dan lebar 4 meter.
Dan titik WC berkuran kurang lebih 4x5 meter.
Rony B Ketua LSM IPPH (Investigasi Pemantau Pembangunan Dan Hukum). Mengatakan kepada media, bahwa dalam pantauan dan atau pengamatannya kondisi dilapangan pada 2 Gedung tersebut paling menghabiskan anggaran Rp.1 miliar rupiah dan satu Unit BK (Bimbingan Konseling) Paling anggarannya Rp.150 juta rupiah dan di 2 bangun WC paling Rp. 200 ratus juta.
Artinya, dengan 4 titik bangunan yang di bangun. Paling menghabiskan anggaran kurang lebih Rp1.5 miliar.
Perbandingan kami, yang mana ada salah satu sekolah dengan nama sekolah yang sama namun beda titik lokasi tapi dengan Kabupaten yang sama, dengan anggaran Rp. 2 Miliar lebih. Bisa terealisasi bangun 2 gedung dengan tidak jauh beda ukuran dan bangun 8 titik WC. Sementara di SMKN 1 Rengat Barat (Jerinjing) dengan anggaran Rp. 4,8 Miliar.
Maka dengan perbandingan tersebut, kita dari LSM IPPH menduga pada realisasi anggaran Revitalisasi di SMKN 1 Rengat Barat (Jerinjing) ada penggelembungan anggaran pada pembelian material dan upah para pekerja, "Rekayasa" pada laporan pertanggungjawaban oleh pihak sekolah bersama ketua dan anggota panitia pembangunannya. Beber Rony kepada sejumlah media. Minggu siang, 8/2/26 disalah satu tempat di Kota Pekanbaru.
Lanjut Rony, menelaah dan mengamati kondisi dilapangan dengan pembiayaan Rp4.8 miliar tersebut. Maka kita dari LSM IPPH dalam waktu dekat segera menyuratin pihak-pihak instansi terkait dan tidak tertutup kemungkinan melaporkan Kepala Sekolah SMKN 1 Rengat Barat ke APH (Aparat Penegak Hukum). Kerena sebelumnya kita sudah menyuratin pihak sekolah yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi dan atau konfirmasi sebagaimana temuan kita kondisi di lapangan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kepsek yang bersangkutan. Juga kita segera menyuratin pihak dinas pendidikan provinsi riau, kita minta agar segera mengevaluasi dan bila perlu mencopot Sutrisno dari Kepsek. Ucap Rony. (Db/Tim) *** Bersambung
Komentar Anda :